Friday, 3 February 2017

Sejarah Aksara Jepang

Penulisan dalam bahasa Jepang menggunakan Kanji dan Kana. Kana meliputi Hiragana dan Katakana. Dahulu di Jepang tidak terdapat huruf-huruf, oleh karena itu untuk penulisan mereka meminjam huruf-huruf dari Cina. Pada waktu itu di Cina diperintah oleh dinasti Han (Kan), sehingga huruf-huruf tersebut dinamakan "Kanji" dan kalimatnya disebut "Kanbun".

Karena huruf-huruf Kanji memiliki banyak coretan, dibutuhkan waktu yang lama untuk menulisnya. Oleh sebab itu bangsa Jepang menciptakan huruf-huruf yang dinamakan Hiragana dan Katakana.

Hingga periode Heian, kebudayaan Jepang masih tetap dipengaruhi oleh kebudayaan Cina, hal ini terlihat dalam tulisan-tulisan resmi yang berupa kanbun.

Katakana digunakan oleh para pendeta agama budha sebagai 'tanda baca' dalam membaca sutra. Sedangkan Hiragana dipergunakan oleh kaum wanita. Kaum pria juga menggunakan Hiragana dalam penulisan yang bersifat pribadi. Pola-pola penulisan tersebut masih dapat dilihat pada pola penulisan masyarakat Jepang saat ini.

Kanji memiliki dua cara pembacaan, yaitu cara baca Cina dan cara baca Jepang. Hal ini disebut dengan cara baca On dan Kun, dan kita harus mempelajari keduanya.

No comments:

Post a Comment