Monday, 20 February 2017

Percakapan 5

Sayonara 
Selamat Tinggal 

A : Shutcho no junbi mo dekimashita. Yokatta desu ne. 
  • Persiapan perjalanan bisnis sudah selesai. Senangnya. 
B : So desu ne.
  • Iya, benar. 
A : Gokurosama deshita.
  • Terima kasih atas kerjasamanya. 
B : Hai, korekara, gaikoku e shutcho shimasuka.
  • Iya, apakah setelah ini juga akan mengadakan perjalanan bisnis ke luar negeri ? 
A : Sono tsumori desu. Honto ni osewa ni narimashita. Arigato gozaimasu. Sayonara.
  • Inginnya begitu, sih. Saya sangat merepotkan. Terima kasih. Selamat tinggal. 
B : Iie, kochira koso, osewa ni narimashita. Sayonara.
  • Iya, sama-sama, saya juga merepotkan. Selamat jalan. 

Sunday, 19 February 2017

Percakapan 4

Aikawarazu Genki Desu
Sehat Seperti Biasanya 

A : Sumimasen, Sanji san desuka. 
  • Maaf, apakah anda Sanji ? 
B : Hai, Sanji desuga donata desuka.
  • Iya, saya Sanji, tapi anda siapa ya ? 
A : Watashi wa Yuki desu. Chao san no musume desu.
  • Saya Yuki. Anak perempuannya bapak Chao. 
B : A, Chao Yuki san desuka.
  • Oh, Yuki Chao ya ? 
A : Hai, so desu. Sanji san, ogenki desuka.
  • Iya, benar. Sanji, apa kabar ? 
B : Hai, genki desu. Yuki san wa ?
  • Iya, sehat. Kalau Yuki ? 
A : Aikawarazu genki desu.
  • Sehat seperti biasanya. 
B : Okasan to otosan wa genki desuka.
  • Apakah ayah dan ibumu sehat ? 
A : Hai, okagesamade genki desu.
  • Iya, berkat doa anda, sehat. 

Friday, 10 February 2017

Percakapan 3

Hisashiburi Desu Ne
Lama Tidak Bertemu, Ya

A : Konnichiwa, Yuki san. 
  • Selamat siang, Yuki. 
B : Ara, Sanji san, konnichiwa.
  • Eh, Sanji, selamat siang. 
A : Hisashiburi desu ne. Ogenki desuka.
  • Lama tidak bertemu, ya. Apa kabar ? 
B : Okagesamade, genki desu. Anata wa ?
  • Berkat doa Anda, saya sehat. Bagaimana dengan anda ? 
A : Hai, aikawarazu genki desu yo. Doko kara desuka.
  • Iya, kabar baik seperti biasanya. Dari mana ? 
B : Ichiba kara desu. Iroirona kudamono to niku o kaimashita. Sanji san, odekake desuka.
  • Dari pasar. Membeli bermacam-macam buah-buahan dan daging. Sanji, mau keluar, ya ? 
A : Hai, tomodachi to eigakan e ikimasu.
  • Iya, mau pergi ke bioskop dengan teman-teman. 
B : A, so desuka.
  • Oh, begitu. 
A : Yuki san, dozo osaki ni.
  • Yuki, silakan duluan. 
B : Ee. Anata no okasan ni yoroshiku ne.
  • Iya. Salam untuk ibu anda, ya. 
A : Hai, arigato gozaimasu.
  • Iya, terima kasih. 

Tuesday, 7 February 2017

Percakapan 2

Nan To Yobimasuka 
(Bagaimana Saya Memanggilmu ?) 

A : Onamae wa nan desuka. 
  • Nama anda siapa ? 
B : Hajimemashite. Namae wa Vins Reiju desu. Yoroshiku onegaishimasu.
  • Perkenalkan. Nama saya Vins Reiju. Senang bisa berkenalan denganmu. 
A : Watashi wa Ame desu. Kochira koso onegaishimasu. Nan to yobimasuka.
  • Saya Ame. Senang juga berkenalan denganmu. Bagaimana saya memanggilmu ? 
B : Ee, Reiju to yonde kudasai.
  • Panggil saja Reiju. 
A : Sanji san, kochira wa Reiju san desu.
  • Sanji, perkenalkan ini Reiju. 
C : Konnichiwa. Hajimemashite. Watashi no namae wa Sanji desu. Yoroshiku onegaishimasu.
  • Selamat siang. Perkenalkan. Nama saya Sanji. Senang berkenalan denganmu. 
B : Hajimemashite. Reiju desu. Kochira koso yoroshiku.
  • Perkenalkan. Saya Reiju. Senang juga berkenalan denganmu. 
C : Reiju san wa nanijin desuka.
  • Reiju orang mana ? 
B : Watashi wa Indoneshia jin desu.
  • Saya orang Indonesia. 
C : Demo, eigo wa ojozu desu ne.
  • Tapi, bahasa Inggris'nya jago ya. 
B : Iie, mada mada desu.
  • Tidak, masih belum. 
A : Reiju san wa Indoneshia daigaku de eigo o benkyo shite imasu yo.
  • Reiju belajar bahasa Inggris di Universitas Indonesia. 
C : A, naru hodo ne. Denwa bango wa nanban desuka.
  • Oh, pantas saja. Berapa nomor telepon kamu ? 
B : Kore wa watashi no keitai denwa no bango desu.
  • Ini nomor handphone saya. 
C : Denshi meru adoresu ga arimasuka.
  • Apakah ada alamat email ? 
B : Hai, arimasu. Kore o dozo.
  • Iya, ada. Ini silakan. 

Monday, 6 February 2017

Percakapan 1

Yoroshiku Onegaishimasu
(Senang Berkenalan Dengan Anda) 

A : Hajimemashite. Yuki to moshimasu. Yoroshiku onegaishimasu. 
  • Perkenalkan. Nama saya Yuki. Senang berkenalan dengan anda
B : Watashi wa Sanji desu. Kochira koso yoroshiku.
  • Saya Sanji. Saya juga senang berkenalan dengan anda. 
A : Sanji san wa chugoku kara kimashitaka.
  • Apakah Sanji berasal dari Cina ? 
B : Hai, watashi wa chugoku kara kimashita. Yuki san wa kankoku kara kimashitaka.
  • Iya, saya berasal dari Cina. Apakah Yuki berasal dari Korea ? 
A : Iie, chigaimasu.
  • Tidak, bukan. 
B : Doko no kuni desuka.
  • Dari negara mana ? 
A : Shingaporu desu. Meishi o dozo.
  • Singapura. Silakan ini kartu nama saya. 
B : Arigato gozaimasu. Shita no namae wa Yuki desu ne.
  • Terima kasih. Nama kecil anda adalah Yuki, ya. 
A : Ee, so desu. Ue no namae wa chao desu.
  • Iya, benar. Nama keluarga saya adalah chao. 
B : Watashi wa dai sanji desu. Shita no namae wa Sanji de, ue no namae wa Dai desu.
  • Saya adalah dai sanji. Nama kecil saya Sanji, dan nama keluarga saya adalah Dai. 

Sunday, 5 February 2017

Ciri-ciri bahasa Jepang

1. Ciri-ciri Umum

  • Jenis Kata : Dalam jenis kata bahasa Jepang terdapat kata kerja, kata sifat, kata benda, kata keterangan, kata penghubung dan partikel. 
  • Urutan Kata : Predikat selalu terletak pada akhir kalimat. Selain itu, dalam bahasa Jepang kata yang diterangkan terletak dibelakang kata yang menerangkan. 
  • Predikat : Kata benda, kata kerja, dan kata sifat dalam bahasa Jepang berfungsi sebagai predikat. Predikat dapat menunjukkan positif dan negatif dan non-waktu lampau atau waktu lampau. Dalam bahasa Jepang tidak ada perubahan untuk orang, jenis, atau bilangan. Kata sifat digolongkan menjadi dua, yaitu kata sifat 1 dan kata sifat 2.
  • Partikel : Dibelakang kata atau kalimat dipakai partikel. Partikel menunjukkan hubungan antara kalimat dengan kata dalam kalimat dan maksud pembicara, juga berfungsi menambahkan berbagai arti. 
  • Penghilangan : Kata-kata dan ungkapan yang biasa diketahui dari konteks kalimat biasanya dihilangkan. Subjek dan objek pada kalimat juga biasanya dihilangkan. 
2. Tekanan/Aksen
Bahasa Jepang mempunyai akses nada (akses tinggi rendah) yang umumnya berbeda dengan akses energi (akses kuat lemah) dalam bahasa Inggris, Jerman, dan bahasa bahasa Eropa lainnya serta beberapa bahasa Asia. Akses bahasa Jepang sekarang lebih berfungsi untuk menunjukkan kesatuan kata daripada membedakan arti kata yang berbunyi sama.

3. Intonasi
Intonasi terbagi dalam tiga jenis (1) rata, (2) naik, (3) turun. Pertanyaan diucapkan dengan intonasi yang naik. Yang lainnya biasanya diucapkan dengan intonasi rata, tapi kadang-kadang diucapkan dengan intonasi turun apabila menunjukkan rasa persetujuan, kekecewaan, dan lain-lain.

4. Struktur Kalimat
Walaupun struktur kalimat bahasa Jepang berbeda dari bahasa Inggris, namun kebanyakan dari kandungan kata-kata yang menjadikan sebuah kalimat dapat dikategorikan sama dengan yang ada pada pola/struktur kalimat dalam bahasa Inggris. Dimana sama-sama terdapat kata benda, kata sifat, kata kerja, kata sambung, dan lain-lainnya.

Inti dari kalimat adalah predikat yang selalu ditempatkan di akhir kalimat.

Dalam penulisan aksara Jepang tidak ada sistem huruf besar dan huruf kecil.

Saturday, 4 February 2017

Aksara Jepang

Bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Mandarin. Bahasa Jepang memiliki 3 macam huruf asli (Hiragana, Katakana, Kanji) sebagai cara penulisan dan satu huruf lagi (Romaji) sebagai cara membacanya.

Huruf-huruf Jepang tersebut adalah sebagai berikut :

1. Hiragana
Dipakai untuk menulis kata-kata Jepang asli. Huruf ini berdasarkan suku kata. Sering juga dipakai untuk menggantikan huruf Kanji.

2. Katakana
Dipakai untuk menulis serapan dari bahasa asing. Huruf ini juga berdasarkan suku kata. Beberapa lafal asing tidak dapat dituliskan secara sempurna karena bunyi ucapan kata-kata asing berbeda didalam bahasa Jepang.
Sebagai contoh huruf L dan R diucapkan dengan bunyi yang sama ke dalam bahasa Jepang. Kemudian kata-kata yang panjang juga sering diperpendek.

3. Kanji
Adalah huruf/tulisan yang berasal dari huruf Cina. Walaupun dikatakan ada 48.000 huruf Kanji namun hanya sekitar 5.000 hingga 10.000 yang biasa digunakan. Setelah perang dunia ke-2, pemerintah Jepang menetapkan sekitar 1.850 huruf dasar sebagai "Toyo Kanji" dan huruf ini hanya satu-satunya yang digunakan dalam buku bacaan dan tulisan-tulisan resmi. Dari 1.850 "Toyo Kanji" ini sekitar 996 khususnya terutama huruf-huruf dasar telah dipilih untuk pencantuman di kurikulum sekolah dasar.
Setiap Kanji biasanya mempunyai sedikitnya dua cara baca, dimana yang satu adalah "On", yaitu cara baca yang diambil dari lafal Cina kuno dan yang lainnya adalah "Kun" yaitu cara baca huruf Kanji sesuai dengan artinya dalam bahasa Jepang. Juga sering terjadi bahwa sebuah Kanji mempunyai dua atau lebih.
Seperti telah ditetapkan, Kanji digunakan untuk akar-akar kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Dan kata-kata yang dipinjam dari bahasa Cina ditulis dalam bentuk Kanji.

4. Roomaji
Adalah huruf Latin. Dipakai sebagai pelafalan agar lebih memudahkan membaca Katakana, Hiragana, maupun Kanji.
Walaupun huruf-huruf barat tidak lazim digunakan, huruf-huruf tersebut sekarang telah mulai digunakan untuk kata-kata tertentu seperti ukuran, singkatan, papan-papan reklame atau penunjuk jalan yang diperuntukkan bagi orang asing.